Pemilihan umum telah memanggil kita
Sluruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka
Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban ampera yang setia
Di bawah Undang-Undang Dasar ’45
Kita menuju ke pemilihan umum.
Ada yang ingat lagu ini???
yah, kalo yang lahir dari tahun 60-90an sich saya kira pernah lah denger mars ini,..
Yups, theme song buat pemilu, lagu ini cukup populer pada masa Orde Baru atau ORBA.
jika di ingat-ingat kembali, saya kira di setiap pemilu ada beberapa hal yang kita ingat, seperti theme song ini, wihh, kalo denger lagi secara utuh, kita serasa bernostalgia, disaat "madu racun" harga-harga murah kita nikmati!
Pada masa itu, semua harga di rasakan sangat murah, siapa yang masih ingat harga bensin perliter nya? kalo saya sich inget pernah nganter Bapak, ke pom bensin beli bensin harga nya kurang dari 1000 perak per liter. murah ga tuh. harga telor per biji, 120 perak. Harga rokok perbungkusnya pun ga lebih dari 3000 rupiah perbungkus, sungguh zaman pak harto zaman 'madu racun' yang bikin kita terlena.
balik lagi ke pemilu, ingat dengan kalimat ini ga? "ingaa, ingaaaa (sambil berkedip genit, mengacungkan jempol, disertai suara backsound tinnnnggg!!!)". Kalimat ajakan buat memilih pada zaman reformasi, bahkan sampai beberapa bulan setelah pemilu berlangsung, kalimat ini masih terkenal loh.
nah, kebetulan besok juga kita bakal mengadakan pemilu lagi, buat memilih capres dan cawapres. berbeda dari pemilu sebelumnya, pemilu kali ini cuman di ikuti oleh 2 kandidat capres - cawapres, untuk no urut pertama, bapak Prabowo Subianto dan Bapak Hatta Rajasa, dari partai Gerindra dan PAN (berkoalisi dengan partai-partai senior). sedangkan no urut 2, dikuti oleh Bapak Joko Widodo dan Bapak Jusuf Kalla dari partai PDIP dan bapak jusuf kalla saya katakan sebagai perorangan, terlepas beliau merupakan mantan ketua umum partai golkar, karena secara resmi partai golkar masuk dalam koalisi tenda besar yang mendukung Bapak Prabowo Subianto.
Pertanyaanya, jika anda diberi umur yang panjang, kemudian ingat peristiwa pemilu tahun 2014, apa yang mungkin anda kenang?
lagunya kah, theme song pemilu yang di bawakan oleh pemenang indonesian idol itu?
Bulan ramadhan nya kah, bulan yang sama saat kita menggelar pemilu?
Piala Dunia nya kah, saat spanyol kalah dari babak penyisian?
saya berharap semoga ingatan anda itu, adalah ingatan tentang hal yang baik.
bukan ingatan tentang hal yang buruk, seperti pertikaian-saling hujat-saling hina-saling buka aib-dan saling lainnya yang buruk.
karena jika iya, saya sedih untuk mengatakan, bahwa kita bisa jadi telah gagal, Telah gagal dalam bermasyarakat, telah gagal dalam bertoleransi, telah gagal dalam bernegara, telah gagal dalam bersaudara. kita telah gagal, dalam menciptakan sejarah yang baik untuk di kenang cucu kita, bahwa INDONESIA NEGARA YANG PALING BERSAHAJA.